Connect with us

FKPT Jateng Ajak Elemen Masyarakat Bangun Imunitas dari Terorisme di Masa Pandemi

Jawa Tengah

FKPT Jateng Ajak Elemen Masyarakat Bangun Imunitas dari Terorisme di Masa Pandemi

FKPT Jateng Ajak Elemen Masyarakat Bangun Imunitas dari Terorisme di Masa Pandemi

dutadamaijawatengah.id – Ketua Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Jawa Tengah, Syamsul Ma’arif mengajak seluruh elemen masyarakat untuk membangun imunitas dari Terorisme. Terutama di tengah masa Pandemi Covid-19. Menurutnya, walau di masa pandemi, kelompok terorisme masih tetap mencoba melakukan aksi.

Pembangunan imunitas ini, menurutnya bisa dilakukan dengan harmonisasi antara nilai spiritual dan sosial masyarakat. Selain itu, ia juga mengajak berbagai elemen masyarakat untuk membangun narasi perdamaian walau di tengah pandemi.

“Jangan sampai orang disekitar kita terpapar radikalisme dan terorisme” tutur Syamsul yang juga Dosen UIN Walisongo Semarang ini.

Hal ini ia sampaikan dalam acara Webinar dengan tajuk “Mewaspadai Potensi Terorisme dalam Kondisi Pandemi Covid-19” pada Kamis (21/5/2020). Melalui aplikasi Zoom, webinar ini diisi oleh empat narasumber selain Ketua FKPT Jawa Tengah.

Terorisme di Tengah Pandemi
AKBP Mohammad Toha, narasumber dari Polda Jateng, menjelaskan bahwa instansinya telah melakukan beberapa hal untuk mencegah penyebaran terorisme. Salah satunya adalah mengajak para ulama untuk membangun motivasi kepada umat.

Tujuannya adalah menjaga semangat positif pada masyarakat termasuk umat islam. Kasubdit Bintibsos Ditbinmas Polda Jateng ini juga mengharapkan peran masyarakat aktif untuk saling memberi semangat satu sama lain.

Narasumber lain, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Taslim Syahlan menjelaskan terdapat empat pilar tentang menjaga kerukunan umat beragama. Keempat pilar tersebut yakni solidaritas, sinergitas, kedewasaan beragama serta integritas toma/toga.

Menurut Taslim, keempat nilai ini kemudian bisa diterapkan untuk mencegah paham penyebaran radikalisme dan terorisme.

Joko Prihatmoko, pengamat terorisme menyatakan bahwa pelaku terorisme memiliki kecenderungan narsisisme. Yakni pemikiran bahwa dirinya merasa apa yang dilakukan benar, hebat, namun kurang empati.

Selain itu, tren terorisme saat ini menurutnya mulai bergeser. Yang semula berbasis di tempat yang mayoritas dihuni oleh kelompok ekstrem, ke wilayah menjadi basis masyarakat moderat. Penangkapan pelaku terorisme selama bulan April kemarin menurutnya sangat menguatkan tren ini.

F.P.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top