free page hit counter
Home » Seberapa Jauhkah Kamu Mengenal INDONESIA? “Berdialoglah”

Seberapa Jauhkah Kamu Mengenal INDONESIA? “Berdialoglah”

Seberapa Jauhkah Kamu Mengenal INDONESIA?  “Berdialoglah”

Merdeka!!!….

Merdeka!!!

Merdeka!!!

Merayakan Ulang Tahun Kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) adalah momentum yang sangat membahagiakan dan tidak dapat kita lewatkan begitu saja. Meski pada usia kemerdekaan yang mencapai ke 75 tahun ini masih dalam situasi pandemi COVID-19, tetapi semangat tersebut tak lantas meluntur. Justru, saat ini merupakan waktu yang tepat untuk merefleksi perjalanan diri. Seberapa jauhkah kita sebagai warga negara mengenal bangsa INDONESIA.

Indonesia merdeka, sudah barang tentu bukan hadiah apalagi hasil hibah. Indonesia mampu merdeka dari belenggu panjajah dengan tangan, kaki, otot, kerja keras, pemikiran dan tumpahan darah pejuang. Banyak hal yang dapat kita teladani dan terapkan dengan seksama. Sedari  dahulu, Golongan Muda dan Golongan Tua sudah mencotohkan. Bahwa bangsa ini merdeka karena sangat mengenal dan mengamalkan musyawarah tujuan mufakat di berbagai hal. 

Kita lahir bukan dari kompromi yang berapi tanpa tujuan pasti. Jika dulu para pahlawan bangsa dari bapak proklamator, panitia perumusan kemerdekaan, pasukan keamanan rakyat, hingga para pribumi laki-laki serta perempuan tidak bahu membahu, tentu kita tidak akan menikmati kemerdekaan yang indah ini. Mereka menyatukan mimpi dan langkah, melepaskan segala atribut sosial dan latar belakang untuk satu kepentingan. Melepaskan belenggu penjajahan yang menjerat badan ibu pertiwi. 

Sahabat. Kini, mereka sudah tiada dan meninggalkan jutaan jejak sejaarah perjuangan sebelum dan setelah kemerdekaan yang membanggakan untuk selalu kita jaga. 

Mengapa kita perlu selalu menjaganya, meski sudah 75 tahun usianya? 

Sahabat, sudahkah kita berdialog kembali dengan Indonesia? Kita memang sudah selama itu bebas dari belenggu pejajah, namun belum semua aspek kehidupan di masyarakatnya  terjamin dan merdeka. Misalnya saja, banyak daerah yang masih tertinggal dalam kegelapan tanpa penenrangan dan akses kehidupan sosial yang layak. Meskipun, program pemeritah tengah galak dilakukan. Perlu kita sadari, bangsa ini merupakan cerminan dari keindahan ciptaan Tuhan Yang Maha Kuasa, yang tengah dalam perjalannan menuju adidaya. 

Lantas, apa yang dapat kita lakukan?

Berdiam diri? Bukanlah solusi. Menyalahkan pemerintah? Atau Lembaga negara dan lembaga kemasyaratan? Apalagi, tentu saja tidak. Sahabat, kita adalah orang muda generasi yang tumbuh dari tetesan air mata, kerja keras dan lantangnya perjuangan. Pada usia 100 tahun nanti, yang  digadang-gadang dapat mengikrarkan diri sebagai negara maju Indonesia tidak bisa seorang diri. Indonesia bukan milik pemerintah, lembaga negara, lembaga masyarakat, sebagian golongan atau suku bangsa. Indonesia adalah rumah dan milik kita bersama. Jika ingin maju, hentikanlah kebiasaan untuk saling mencaci dan memaki. Ini saatnya Sahabat Damai di seluruh penjuru nusantara untuk BANGKIT DAN BERDIKARI. Tidak perlu menunggu menjadi hartawan atau juragan, tidak perlu menunggu dewasa atau menapaki karier yang diidola. 

Kamu, Aku dan Kita semua hanya perlu menyatukan tekad di setiap langkah dan karya-karya. Dengan ergandengan tangan, kembangkan diri, bekerja keras, terbuka pada wawasan tanpa meninggalkan adab dan tatanan kebudayaan bangsa sendiri. Memang awalnya masih bayangan yang mengawang, namun mulailah coba lakukanlah hal-hal posisitif dari dirimu sendiri. Baik di dunia maya dan kehidupan dunia nyata. Sudah banyak anak muda yang mengabdikan dirinya untuk kepentingan sosial, membuat karya untuk membuka lapangan pekerjaan, berdikari untuk menguatkan diplomasi negeri dikancah mancanegari. 

Sahabat, Indonesia sedang membutuhakn orang-orang yang loyal dan berpikiran positif terhadap dirinya. Kontribusi kecil-kecil kita seperti belajar dan konsisten mengamalkan adab bangsa yang baik merupakan hal-hal hebat yang sudah rekan-rekan lakukan untuk mendungkung Indonesia berdaya. Hidup ini rangkaian dari rantai kehidupan yang bersambung satu sama lain. Maka yakinlah, optimisme yang kita bangun dan bangkitkan untuk melangkah hingga melawan wabah tanpa mengkambinghitamkan pihak lain adalah hal mulia yang akan menjadi angin segar untuk mengahadapi tantangan-tantangan kehidupan negara berikutnya. Jangan takut mengenal negerimu jangan takut maju untuk tanah airmu.

Kamu, Aku, Kamu Mampu!!!

Kamu, Aku, Kamu Bisa!!!

Kamu, Aku, Kamu Bangkit Bersama, untuk Wujudkan INDONESIA MAJU.

#CINTAINDONESIA

Leave a Reply

Your email address will not be published.