Connect with us

PERAN PEMUDA INDONESIA SEBAGAI GARDA PELINDUNG PANCASILA

Nasional

PERAN PEMUDA INDONESIA SEBAGAI GARDA PELINDUNG PANCASILA

Sumpah Pemuda
Kami Putra dan Putri Indonesia mengaku, bertumpah darah yang satu, tanah air Indonesia.
Kami Putra dan Putri Indonesia mengaku, berbangsa yang satu, bangsa Indonesia.
Kami Putra dan Putri Indonesia mengaku, menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia.

Salam Pancasila.
Salam Pemuda Indonesia.

Pada 28 Oktober 2020 kemarin, Indonesia memperingati 92 tahun Sumpah Pemuda. Banyak harapan dan tanggung jawab yang dipercayakan kepada pemuda Indonesia sebagai generasi penerus bangsa dan negara di masa depan. Salah satunya yaitu pemuda berperan menjadi garda terdepan melindungi Pancasila dari paham radikal-terorisme. Peran yang diemban ini bukanlah hal mudah sebab pemuda dituntut untuk berkarya melalui kampanye narasi-narasi toleransi dan pesan perdamaian kepada masyarakat.

Pancasila sebagai ideologi bangsa yang telah diwariskan oleh para founding fathers wajib dipatuhi dan diikuti oleh seluruh anak bangsa. Ideologi Pancasila dengan prinsip Bhinneka Tunggal Ika mengajarkan kita untuk senantiasa hidup dengan penuh rasa toleran (Khamid, 2016). Keberadaan-nya menjadikan Indonesia yang memiliki banyak jenis suku, agama, ras, dan aliran dapat saling menghargai dan mengormati keberagaman tersebut, yang pada hakikatnya satu jua, yaitu satu tumpah darah, tanah air Indonesia; satu bangsa, yaitu bangsa Indonesia; dan satu bahasa persatuan, yaitu bahasa Indonesia. Oleh karena itu pemuda Indonesia wajib mengawal dan melindunginya dari paham radikal-terorisme.

Pemuda dalam usaha untuk mengawal dan melindungi Pancasila, tentu saja akan menghadapi tantangan berupa perkembangan radikalisme dalam era globalisasi yang semakin meningkat ditambah pesatnya perkembangan terknologi yang membuat banyaknya paham radikal-terorisme muncul, terutama di media sosial (Aisy, Ibrahim, Intang & Tingade, 2019). Oleh sebab itu dalam memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-92 Tahun, pemuda Indonesia diingatkan lagi bahwa, ada peran dan tanggung jawab besar sebagai garda pelindung Pancasila dari paham radikal-terorisme. Pemuda berperan melakukan kontra-radikalisasi berupa aksi kontra-narasi melalui dunia maya (media sosial) terhadap narasi-narasi intoleransi yang berlawanan dengan Pancasila sebagai ideologi negara, NKRI sebagai bentuk negara, Bhineka Tunggal Ika sebagai semboyan negara, dan penyebaran paham taqfiri secara langsung maupun tidak langsung. Kontra-narasi tersebut dilakukan melalui berbagai bentuk karya, baik tulisan, gambar, meme, video maupun hal lain yang sesuai dengan minat dan bakat tiap pemuda.

Peran pemuda melakukan kontra-narasi terhadap narasi-narasi introleran dari paham radikal-terorisme yang menyudutkan Pancasila sejalan salah satu dari tiga kegiatan pencegahan radikal-terorisme yaitu, kontra-radikalisasi. Dua kegiatan lainnya yaitu, kesiapsiagaan nasional dan kontra-propaganda. Ketiga kegiatan pencegahan dikoordinasikan oleh Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) RI dengan melibatkan kementerian/lembaga terkait. Pengertian Kontra-radikalisasi yaitu, merupakan suatu proses yang terencana, terpadu, sistematis, dan berkesinambungan yang dilaksanakan terhadap orang atau kelompok orang yang rentan terpapar paham radikal-terorisme yang dimaksudkan untuk menghentikan penyebaran paham radikal-terorisme. Kontra-radikalisasi dilakukan secara langsung atau tidak langsung melalui kontra-narasi, kontra-propaganda, atau kontra-ideologi (UU RI No. 5 Tahun 2018).

Pada akhirnya, peran pemuda Indonesia sebagai garda pelindung Pancasila melalui kontra-narasi dengan kampanye narasi toleransi dan pesan perdamaian kepada masyarakat dapat mencegah (orang dan atau kelompok) yang rentan agar tidak terpapar paham radikal yang menjadikan mereka bersikap intoleran (tidak mau menghargai pendapat dan keyakinan orang lain), fanatik (selalu merasa benar sendiri; menganggap orang lain salah), dan bersifat eksklusif (membedakan diri dari suku/agama/ras/kelompok/golongan lainnya) serta bersikap revolusioner (cenderung menggunakan cara-cara kekerasan untuk mencapai tujuan).

Hai seluruh Pemuda Indonesia, selamat memperingati Hari Sumpah Pemuda. Mari bersama-sama kita lindungi Pancasila.

Salam Pemuda Indonesia
Salam Pancasila.

Oleh: Marthsian Y. Anakotta

Continue Reading
You may also like...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top