LifestyleNasionalNewsPendidikan

Umbi Porang Sebagai Penanganan Masalah Gizi dan Ekonomi

Masalah kesehatan terutama gizi merupakan persoalan epidemi global di berbagai negara, baik negara berkembang maupun negara maju. Salah satu permasalahan tersebut ialah kurangnya gizi seimbang pada anak usia pertumbuhan sehingga terjadi stunting dan juga Penyakit Tidak Menular (PTM) yang berupa obesitas atau kelebihan berat badan. PTM jenis ini tidak hanya menimpa pada orang dewasa namun anak-anak hal ini memperlihatkan kecenderungan yang terus meningkat. Masalah gizi rentan teradi pada usia kelompok anak-anak hingga remaja yaitu usia 9-14 tahun, kelompok ini rentan terjadi masalah gizi.

Ketidakseimbangan gizi yang tejadi disebabkan oleh kelebihannya energi yang masuk dan keluar, energi berasal dari asupan makanan dengan sumber energi berlebih dan rendahnya aktivitas fisik serta metabolisme tubuh yang rendah dan efek termogenesis makanan. Hal ini jika dilakukan terus menerus akan tejadi kelebihan berat badan yang disebabkan ketidakseimbangan energi khususnya aktivitas fisik sehingga energi yang masuk akan disimpan dan diubah menjadi lemak.

Kelebihan berat badan diberbagai negara temasuk indonesia dari waktu, tahun ke tahun mengalami indeks peningkatan yang cukup tinggi. Prevalensi kegemukan atau kelebihan berat badan pada anak ditemukan pada usia 6-15 tahun terjadi peningkatan 5% dari ta

Causes of Being Overweight

Pada tahun 2014 diperkirakan bahwa dampak ekonomi global akibat obesitas ialah lebih dari 1.9 miliar orang dewasa bersusia 18 tahun keatas.serta 39% orang dewasa berusia 18 tahun keatas mengalami kelebihan berat badan. Faktor ini terjadi karena beberapa penyebab yaitu sebagai berikut:

  1. Faktor genetik : Jika orangtua mengalami obesitas maka 40-50% keturunannya akan mengalami kelebihan berat badan atau sampai dengan obesitas

  2. Faktor lingkungan : pertama, pola makan asupan energi yang berlebih dengan jenis makanan yang mengandung tinggi energi ialah yang memiliki tinggi lemak dan gula. Kedua, kurangnya aktivitas fisik (sedentary) menyebabkan energi yang masuk berlebih dan energi yang dikeluarkan sedikit sehingga meningkatnya berat badan yang lebih dan obesitas.

  3. Faktor obat-obatan dan hormonal : Obat-obatan, jenis obat-obatan yang digunakan jangka waktu yang lama bisa menyebabkan nafsu makan yang berlebih seperti pennggunaan obat terapi asma, osteoartritis dan alergi. Hormonal: hormonal yang berperan menyebabkan kelebihan berat badan dan obesitas ialah hormon leptin, ghrelin, tiroid, insulin, dan estrogen.

Preventionof Being Overweight

Prevention dilakukan dengan cara melalui pendekatan terhadap masyarakat untuk mepromosikan gaya hidup yang sehat. Upaya pencegahan tersebut dilakukan dilingkungan sekolah, seminar-seminar kesehatan, dan layanan kesehatan. Karena ditempat publik tersebut kita bisa melakukan upaya penanggulangan dan pencegahan sebelum berakibat terjadinya kelebihan berat badan.

Menurut data Kementerian Kesehatan RI pola hidup sehat untuk mencegah terjadinya kegemukan dilakukan sebagai berikut:

  1. Konsumsi buah dan sayur kurang lebih 5 porsi/hari
  2. Membatasi menonton tv dan batasan bermain game lebih 2 jam/hari

  3. Mengurangi makanan dan minuman manis

  4. Target penurunan BB yang sehat

  5. Mengurangi makanan yang berlemak tinggi

  6. Tingkatkan aktivitas fisik minimal 1jam/hari

  7. Biasakan makan pagi dan membawa bekal kesekolah

Kebiasaan diatas atau pencegahan yang harus dilakukan mempunyai manfaat yang sangat besar bagi kesehatan. Namun, apakah  ada alternatif lain selain mengkonsumsi buah kurang lebih 5 porsi/perhari?

What’s Amorphopallus Oncophilluss?

Indonesia memiliki berbagai jenis umbi-umbian yang merupakan mempunyai sumber karbohidrat yang baik. Termasuk jenis umbi porang. Porang tumbuh di daerah yang panas dan bisa tumbuh dimana saja, tumbuhan ini dahulunya dianggap sebagai benalu atau tumbuhan yang tidak ada manfaatnya. Namun, karena sejalannya peradaban manusia dan berkembangya ilmu teknologi serta pengetahuan maka umbi porang dianggap mempunyai khasiat yang penting termasuk sebagai kosmetik, sebagai bahan dasa makanan, dan bahan kimia lainnya.

Tanaman porang seper

hun 1999 sampai tahun 2001 meningkat menjadi 16%. Menurut WHO hal ini terjadi karena pola hidup dan tumbuhan urbanisasi. Kondisi ini menjadikan mereka berbondong-bondong ingin menurunkan berat badan yang praktis juga namun, sebagian juga tidak menginginkan pola diet yang praktis seperti ulasan diatas lalu faktor apa saja yang mendorong oang memiliki kelebihan berat badan? untuk mengatasi berat badan yang ideal apa yang harus dilakukan?

ti halnya dengan umbi-umbian yang mengandung karbohidrat, lemak, protein, mineral, vitamin dan serat pangan. Kabohidat terdiri dari komponen penting dalam porang yaitu pati, glukomannan, serat kasar dan gula reduksi. Porang jenis Oncophillus memiliki kandungan glukomannan yang relatif tinggi yaitu sekitar 55% basis kering.

Glukomannan merupakan polisakarida yang tersusun oleh unit D-Gluosa dan D-mannosa. Menurut Wang dan Johnson (2003) serta Mulyono (2010) beberapa sifat penting dari glukomannan ialah:

  1. Membentuk massa yang kental hinga bisa mengembang yang cukup besar yakni 138 hina 200% serta larut dalam air

  2. Larutan kental tersebut bersifat plastik dan mempunyai kekentalan mencapai 35.000 pcs maka sangat sesuai untuk bahan pengental.

  3. Mampu membentuk gel dengan penambahan air kapur maka larutan kental glukomanan dapat membentuk gel yang baik tidak mudah rusak. Gel ini bersifat stabil dan irrevesible, sifat ini sangat sehat jika digunakan untk program penurunan berat badan seperti dibuat untuk mie, kue kering, sosis, bakso dan makanan tiruan lainnya untuk vegetarian.

Untuk pengolahan porang agar mendapatkan komponen glukomanannya maka produk porang bisa diolah dan dipasarkan dari umbi segar ialah tepung porang, chips, dan tepung glukomanan. Sedangkan pengolahan umbi porang menjadi produk kering bisa diolah menjadi produk lebih lanjut. Pada pembuatan chips umbi disortasi dahulu untuk memisahkan umbi yang baik maupun yang cacat. Kemudian, dikupas lalu dicuci dan direndam. Untuk ukuran pemotongannya dengan ketebalan 0,5-1,0 cm dan direndam menggunakan air garam 5% dengan perbandingan 1kg umbi dengan 3 liter air selama 24 jam. Utntuk dijadikan tepung maka harus dikeringkan dahulu untuk di proses selanjutnya dengan penggilingan.

Pemanfaatan tepung porang atau umbi porang ini di Indonesia masih sangat jarang terjadi, hanya beberapa daerah saja yang sudah memperluas penanaman porang dan di ekspor keluar negeri yang hasilnya seperti mie sirataki. Pemanfaatan umbi porang ini bisa dijadikan sebagai sumber penghasilan utama jika ditekuni dengan sungguh-sungguh.

Selain itu, umbi porang yang telah dijelaskan diatas bisa dijadikan sebagai bahan untuk diet atau untuk penurunan berat badan. Bagi masyarakat yang memiliki obesitas atau penambahan berat badan, karena kaya kandungannya seperti telur dan beras yang mempunyai karbohidrat dan protein tepung porang juga memiliki manfaat kaya buah berserat. Hal ini bisa dijadikan pengobatan alternatif bagi orang yang kurang dalam perekonomian untuk membeli apa yang dianjurkan oleh kementerian kesehatan. Penanaman porang hanya dibutuhkan ketelatenan dan tidak membutuhkan banyak biaya, ini menjadi penggebrak baru perekonomian rakyat Indonesia. Nazillatul khuril’in/RaundohTul Jannah (R.T.J.)

Putar ‌Balik, Landasan ‌Filosofi ‌Demi ‌Keselamatan ‌Rakyat

Previous article

Pilih Al-Qur’an atau Pancasila?

Next article

Comments

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *