Nasional

Urgensi Menelisik Potensi Diri di Era Revolusi 4.0

Tidak dapat dipungkiri bahwa setiap dari diri kita pasti terkandung potensi diri yang amat luar biasa. Meski potensi satu dengan yang lain sering kali berbeda. Banyak dari kita seringkali tidak menyadari potensi yang ada dalam diri ini hal ini disebabkan atas beberapa faktor. Salah satunya kita selalu terkungkung dalam ekspektasi orang lain dalam artian kita tidak punya waktu untuk merenung dan memikirkan potensi apa yang sebenarnya kita miliki selama ini.

Karena orang tidak akan bisa berkembang jika tidak mengenali potensi dirinya, maka dari itu mengapa mengenal potensi diri kita itu penting, karena jika kita benar-benar mengenal potensi kita masing-masing maka dalam menjalankan segala pekerjaan akan merasa senang dan tentunya jauh dari kata sengsara.

Memperdalam Potensi Diri

Pada dasarnya banyak sekali dari kita semua yang tidak mengenali potensi yang terdapat di dalam diri, maka penting kiranya untuk kemudian mengenali dan juga memperdalam terkait potensi yang ada untuk di realisasikan untuk kehidupan kita. Berbicara tentang potensi mungkin yang ada di benak para pembaca adalah suatu keahlian atau bakat yang menempel pada diri seorang. Dan sebenarnya apa pentingnya mengenal dan juga bagaiaman cara mengenal potensi masing-masing adalah poin penting yang akan saya bahas di dalam tulisan ini.

Pentingnya mengenal potensi diri, jika saja orang tidak mengenal potensi masing-masing niscaya orang akan melakukan sesuatu hal yang itu-itu saja dan tanpa hasil yang maksimal, dan akan berkembang dengan lambat atau bahkan akan lebih buruk dari kondisi tersebut. Dan bagaimana cara untuk mengenal dan memahami potensi yang ada tentu menjadi hal yang serius untuk kemudian ditelaah dengan baik, adapun caranya adalah dengan berkontemplasi dengan diri sendiri, sebenarnya ptensi apa yang terkandung dalam diri kita.

Jika melihat dari buku dengan judul “the new you” karya daripada seorang penulis bernama Zulfikar Ulumuddin ada beberapa tahapan dalam proses menemukan potensi diri yaitu :
1. kontemplasi pertama (reinvent) atau sering kita sebut dengan menemukan kembali diri sejati
2. kontemplasi kedua yaitu dengan memulihkan kembali kapasitas yang tersimpan
3. kontemplasi ketiga adalah dengan memperkokoh kapasitas diri
4. kontemplasi keempat dengan cara meningkatkan kelebihan, mengikis kekurangan.
5. Yang terakhir adalah dengan menggambar kembali peta masa depan tentunya dengan potensi yang sudah kita miliki.

Maka dari itu dalam kaitannya geliat revolusi industri 4.0, kita perlu pemahaman terkait potensi apa yang terkandung dalam diri kita ini, dan juga sekiranya perlu pembenahan dalam hal pengelolaan data publik dan penguatan-penguatan tentang research dalam upaya pengembangan diri. Niall Ferguson dalam bukunya The Square and The Tower: Network, Hierarchies and The Struggle for Global Power. Menjelaskan bahwasanya dalam masyarakat khususnya dalam hal peradaban masyarakat dibangun melalui dua pola. Pola menara (tower) yang mana masyarakat terbentuk dalam hierarki dengan bentuk seorang pemimpin memutuskan yang terbaik bagi masyarakat bawah. Pola yang kedua adalah pola alun-alun (square), dimana orang-orang berkumpul bersama untuk bekerja sama dan berjaring. Tentu jika dilihat dari kedua pola tersebut yang bagian merana sudah tidak relevan dengan kehidupan sekarang, oleh karena itu menggali potensi yang ada sangatlah penting untuk kemudian bisa menghadapi zaman demi zaman, maka mengenal potensi diri dan strategi untuk bagaimana menghadapi revolusi industri 4.0 merupakan langkah awal bagi warga negara untuk mampu mempersiapkan bangsanya agar tidak tergilas akan perkembangan zaman yang semakin maju ini.

Membangun Potensi dalam Geliat Revolusi Industri 4.0

Hadirnya revolusi industri 4.0 semakin menjadikan persaingan dalam dunia pekerjaan semakin sulit dan juga kompetitif. Fenomena banyak sarjana yang menganggur tentu sudah tidak menjadi pemandangan yang baru, karena ketatnya masuk dunia pekerjaan mengakibatkan meningkatnya dampak pasar bebas yang dengan senang hati justru menyambut dan memperkerjakan para pekerja asing.

Maka seyogyanya kita sebagai generasi muda untuk bergerak, karena berdiam diri merupakan sesuatu hal tak akan membuahkan hasil sama sekali. Generasi muda adalah tonggak kemajuan suatu bangsa maka harus dibekali dengan baik tentang bagaimana strategi siap kerja dan berkarir sesuai dengan potensi yang telah ada didalam diri masing-masing. Dan keuntungan untuk apa kita harus mengasah potensi kita adalah agar mampu bekerja sesuai dengan kemampuan dan juga keahlian. Maka semestinya didukung dengan beberapa strategi untuk dapat mudah menunjang karir, diantaranya adalah sebuah keingintahuan yang besar (curiosity), kemampuan dalam memimpin( leadership), mudah beradaptasi dalam segala apapun (adaptable), ketekunan (persistensi) dan juga kesadaran akan sosial dan budaya (social & culture awareness)

Riwayat Sunan Bonang dan Dakwah Indah Bernilai Seni Yang Dilakukannya

Previous article

Jangan Panik, Walau Mutasi Virus Korona India Sudah Masuk ke Indonesia

Next article

Comments

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *