Jawa TengahNasionalNews

Waspada, Varian Delta “India” Sudah Masuk Jawa Tengah

Kasus baru Covid-19 di Indonesia dalam beberapa hari ini dibeberapa mengalami peningkatan bahkan hampir kembali menyentuh 10.000 kasus. Terkhusus di Jawa Tengah juga mengalami peningkatan yang salah satu faktor penyebabnya karena adanya kasus penularan virus corona varian baru dari India, yakni Varian Delta B1617.2.

Hasil dari pemeriksaan Whole Genome Sequwncing (WGS) membuktikan varian B1617.2 atau delta sudah ditemukan di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo di Instagramnya @ganjar_pranowo menyampaikan sejak 14 Juni 2021 sampai sekarang sudah ada 62 orang yang terjangkiti virus corona varian baru Delta. Hal itu terbukti dari 62 sampel yang diuji ada 62 sampel atau 86,11 sampel yang dinyatakan positif varian delta. Karena varian virus corona delta ini juga yang membuat kasus virus corona di Jawa Tengah meningkat, ada 8 daerah di Jawa Tengah yang sudah mesuk zona merah virus corona yakni Kabupaten Kudus, Demak, Jepara, Pati, Grobogan, Kabupaten Tegal, Brebes, dan Wonogiri.

Ganjar Pranowo juga menginformasikan pada 14 Juni 2021, penambahan kasus virus corona Jawa Tengah sampai 1.372 kasus dalam 1 hari. Selain Jawa Tengah varian delta juga sudah ditemukan di DKI Jakarta, Sumatera Selatan dan Kalimantan Tengah.

Menurut para pakar varian delta yang berasal dari India merupakan varian yang memiliki tingkat penularan yang lebih tinggi. Epiemiolog dari Driffith University, Dicky Budiman, mengatakan, varian delta lebih menular 50 hingga 70 persen jika dibandingkan dengan varian B.1.1.7 atau varian alpha yang berasal dari Inggris. Selain itu, varian corona delta ini bisa lebih banyak dirawat dirawat dirumah sakit, meningkatkan angka kematian, dan menyebatkan keparahan penyakit lebih dari varian alpha. Hal ini sudah terbukti, di India yang pernah mengalami kasus penularan hingga 400.000 kasus dalam sehari dan 2.771 kematian hingga membuat banyak IGD penuh karena pasien virus corona dan crematorium yang juga membludak oleh jenazah yang meninggal karena virus corona varian delta ini.

Juru bicara WHO, Tarik Jasarevic menyatakan melonjaknya kasus penularan virus corona di India saat itu karena perilaku berpuas diri terhadap capaian berkurangnya kasus Covid-19. Kemudian, lebih dari 1.000 orang dinyatakan positif virus corona setelah mengikuti perayaan ritual mandi di sungai atau Kumbh Mela yang dilaksanakan selama beberapa hari di Sungai Gangga, India.

Ketua Tim WGS SARS Cov-2, Dr. Gunadi, Ph.D, Sp.BA dilansir dari VOA menjelaskan kasus di Kabupaten Kudus membuktikan bahwa varian delta sudah mengalami tansmisi lokal. Dia menambahkan, interaksi sosial dalam skala besar meningkatkan resiko timbulnya varian varu Covid-19. Apalagi, jika interaksi sosial besar itu tidak memperdulikan protokol Kesehatan. Catatan kasus di Kudus membuktikan kegiatan pengumpulan warga dalam jumlah besar seperti hajatan dan penyelenggaraan acara tradisi laiinya, menjadi penyebab penyebaran virus seperti di India.

Gunadi juga menjelaskan bahwa varian delta memiliki dua mutase di Receptor Binding Domain (RBD). Protein virus yang berkaitan langsung dengan reseptor manusia. Mutasi RBD inilah yang membuat varian delta memiliki dua kemampuan baru yakni menyebabkan transmisi lebih cepat dan menyebabkan mampu mengelabui sistem imun manusia.

Tanda-tanda orang yang terkena varian baru virus corona, delta ini yakni akan mengalami gangguan pendengaran, nyeri ulu hati, dan mual. Pasien yang mengalami gejala seperti ini disarankan untuk segera mendapat penanganan medis di rumah sakit dan memerlukan suplementasi oksigen.

Pencegahan varian baru delta ini sangat mudah. Masyarakat harus disiplin dalam menjalankan protokol Kesehatan diantaranya : memakai masker saat keluar rumah, sering mencuci tangan menggunakan sabun dan air bersih, membawa new normal kit saat bepergian, menjaga jarak, menghindari kerumunan dan melaksanakan vaksinasi. Masyarakat juga diharapkan bisa mengikuti dan membantu upaya pemerintah dalam menangani penyebaran virus corona dan memupdate informasi perkembangan penyebaran virus corona dari media dan laman yang valid.

Jangan Panik, Walau Mutasi Virus Korona India Sudah Masuk ke Indonesia

Previous article

Perbedaan Adalah Keistimewaan, Bukan Alat Provokatif untuk Perpecahan

Next article

Comments

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *