free page hit counter
Weh-Wehan, Tradisi Asli Kecamatan Kaliwungu Kabupaten Kendal

Tradisi weh-wehan menjadi acara tahunan bagi masyarakat Kaliwungu, tepatnya pada tanggal 12 Rabiul awal. Tradisi ini diadakan untuk menyambut Maulid Nabi Muhammad SAW dengan cara saling menukar makanan/jajan. Weh-wehan sudah ada dari zaman Walisongo dan tetap lestari hinga saat ini. Saling bertukar jajan/makanan bermakna memberi dan bersilaturahmi kepada yang lebih tua. Jajanan Kaliwungu “Sumpil” menjadi ciri khas pada saat tradisi Weh-wehan.

Kampung Punden Selatan, RT 5/RW 5, Desa Kutoharjo, Kecamatan Kaliwungu, Kendal. Salah satu kampung yang merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW dengan menggelar tradisi weh-wehan. Acara weh-wehan diadakan pada tanggal 27 September 2023 pukul 15.00-17.00 (Sesudah Sholat Ashar). Warga kampung Punden Selatan menyambut perayaan tradisi weh-wehan dengan suka ria karena hanya diadakan satu kali dalam setahun. Bermacam-macam jenis makanan/jajan yang telah terhidang pada rumah-rumah warga dan anak kecil berkeliling dengan membawa jajan yang akan ditukarkan.

Warga Kampung Punden Selatan yang berusia anak-anak hingga kakek-nenek ikut merayakan tradisi weh-wehan. Dengan adanya tradisi ini, masyarakat bisa tetap menjaga silaturahmi dan saling memberi makanan.

 

 

Sumber : MAKNA TRADISI WEH-WEHAN DALAM PERSPEKTIF PERDAMAIAN BAGI MASYARAKAT KALIWUNGU, KENDAL | Islahudin | Jurnal Studi Agama dan Masyarakat (iain-palangkaraya.ac.id)

Penulis : Satrio Dewangga (@satriodewangga__ )
Desain : Ninda Munaya ( @ninmusah )
gambar: unsplash.com

Leave a Reply

Your email address will not be published.