free page hit counter
Swamedikasi, Pengobatan Secara Mandiri dengan Benar dan Tepat

Manusia semasa hidupnya pasti pernah mengalami sakit, baik ringan maupun berat. Tidak bisa dipungkiri bahwa kedepannya kita bisa mengalami sakit lagi, entah karena kondisi tubuh yang memang kurang baik, kecelakaan ringan ataupun hal lainnya. Swamedikasi merupakan istilah yang digunakan medis untuk sebuah upaya pengobatan diri sendiri. Swamedikasi sangat membantu kita dalam mengatasi sakit yang sedang dialami, cepat, mudah namun harus tepat ya kawan.

Bagaimana cara swamedikasi yang tepat ?

Pertama, deteksi diri sakit yang dialami rigan atau berat jika ringan silahkan berswamedikasi jika berat jangan asal minum obat, sebaiknya larikan ke puskesmas atau rumah sakit terdekat.

Kedua, pahami informasi umum tentang obat. Mulai dari penggolongan obat, informasi obat, tanda peringatan, cara pemilihan obat, cara penggunaan obat, efek samping, cara penyimpanan obat, tanggal kadaluarsa, dosis obat, dan hal yang harus diperhatikan dalam mengkonsumsi obat tersebut.

Ketiga, menerapkan swamedikasi yang meliputi cara menggunakan obat yang tepat, memperoleh obat tanpa resep atau memanfaatkan resep yang pernah diterima, memanfaatkan sisa obat yang tersedia dirumah.

Berikut informasi umum yang bisa saya sampaikan untuk swamedikasi yang tepat :

  1. Obat yang bisa kita beli dengan bebas adalah obat yang tergolong dalam obat bebas dan obat bebas terbatas. Memiliki logo lingkaran warna hijau dengan garis tepi warna hitam dan lingkaran warna biru dengan garis tepi warna hitam. Selain obat berlogo tersebut berarti harus dibeli dengan resep dokter. Apabila kawan merasa membutuhkan obat diluar obat bebas dan obat bebas terbatas sebaiknya periksakan dahulu sakitnya supaya diresepkan obat yang sesuai dengan dokter.
  2. Baca betul informasi yang terdapat pada obat, sesuai dengan yang kita butuhkan atau tidak, supaya penggunaannya tepat dan aman.
  3. Lihat tanda peringatan yang terdapat pada kemasan
  4. Gunakan obat sesuai dengan cara penggunaannya
  5. Jika sedang hamil/menyusui wajib menanyakan terlebih dahulu apakah obat tersebut aman untuk ibu hamil/menyusui
  6. Minum obat sesuai pada waktunya
  7. Selalu simpan obat dalam wadah aslinya dan jangan membuang informasi yang terdapat pada kemasannya, itu sangat membantu bila kita lupa fungsi dari obat itu apa dan supaya tidak tertukar dengan obat lainnya

Kurang lebih seperti itu sedikitnya mengenai swamedikasi yang baik dan tepat ya kawan. Tetap jaga kondisi tubuh dan selalu berhati-hati dalam segala hal yang dilakukan, karena sehat itu mahal dan sakit itu tidak enak. Terima kasih, Rahayu.

 

 

Sumber :

Buku Pedoman Penggunaan Obat Bebas dan Bebas Terbatas, Direktorat Bina Farmasi Komunitas dan Klinik Ditjen Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan Departemen Kesehatan RI Tahun 2007.

www.kemkes.go.id

Penulis : Nur Fitri H (@pipitfit_)
Desain : Wildhan (@siwildhan)

Leave a Reply

Your email address will not be published.