Connect with us

Bagaimana Physical Distancing di Zaman Rasullah?

Plus-Plus

Bagaimana Physical Distancing di Zaman Rasullah?

Tanggal 20 Maret 2020, Wabah Corona atau Covid-19 telah dinyatakan sebagai pandemi oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Artinya ini sudah sesuatu yang mengkhawatirkan. Berbagai cara telah diumumkan dan diterapkan dengan berbagai caranya masing-masing di dunia. Salah satunya adalah Physical Distancing atau yang dalam Bahasa Indonesia berarti jaga jarak fisik.

Ternyata jaga jarak fisik atau physical distancing ini telah diajarkan sejak zaman Nabi Muhammad SAW saat terjadi wabah. Hal tersebut tergambarkan dari berbagai hadist serta riwayat yang shahih. Lantas apa saja bentuk physical distancing yang diterapkan pada zaman itu?

Tidak Berpergian

Dalam suatu hadist yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim, dikisahkan Umar bin Khattab RA tengah menempuh perjalanan menuju Syam. Ketika sampai di Sargh, Umar mendapat kabar bahwa wabah sedang menimpa wilayah Syam.

Kemudian, Abdurrahman bin Auf, salah satu sahabat nabi mengatakan kepada Umar bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda, “Bila kamu mendengar wabah di suatu daerah, maka kalian jangan memasukinya. Tetapi jika wabah terjadi wabah di daerah kamu berada, maka jangan tinggalkan tempat itu.”

Setelah mendengar hal tersebut, Umar bin Khattab RA kemudian berbaik arah dan meninggalkan Sargh. Dalam Darul Hadist yang diterbitkan di Kairo tahun 2001, Sargh merupakan sebuah desa di ujung Syam yang berbatasan dengan Hijaz. Berikut adalah kutipan hadis yang dimaksud :

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَامِرِ بْنِ رَبِيعَةَ أَنَّ عُمَرَ خَرَجَ إِلَى الشَّامِ فَلَمَّا جَاءَ سَرْغَ بَلَغَهُ أَنَّ الْوَبَاءَ قَدْ وَقَعَ بِالشَّامِ فَأَخْبَرَهُ عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ عَوْفٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِذَا سَمِعْتُمْ بِهِ بِأَرْضٍ فَلَا تَقْدَمُوا عَلَيْهِ وَإِذَا وَقَعَ بِأَرْضٍ وَأَنْتُمْ بِهَا فَلَا تَخْرُجُوا فِرَارًا مِنْهُ فَرَجَعَ عُمَرُ بْنُ الْخَطَّابِ مِنْ سَرْغَ

Isolasi

Dalam hadits lain, Rasullah SAW pernah bersabda bahwa untuk menjaga jarak dengan para penderita kusta. Hal ini dikarenakan kala itu, penyakit kusta adalah salah satu penyakit yang menular dan belum ditemukan obatnya. Berikut adalah kutipan hadistnya :

فِرَّ مِنَ الْمَجْذُوْمِ كَمَا تَفِرُّ مِنَ اْلأَسَدِ

“Menghindarlah kamu dari orang yang terkena judzam (kusta), sebagaimana engkau lari dari singa yang buas” (HR al-Bukhari).

Konteks menjaga jarak ini masih bisa diterapkan bila dikaitkan dengan wabah Corona ini. Karena penyakit kusta dan corona saat memiliki kemiripan hal dalam kecepatan menyebarnya. Dalam Bahasa mudahnya kita bisa melakukan isolasi mandiri. Atau bisa mengurangi interaksi dengan orang luar. Seperti di hadits lain, Rasullah SAW juga tetap melakukan komunikasi dengan penderita penyakit kista bahkan mengajak makan bersama.

Ibadah di Rumah

Masih berkaitan dengan kusta yang telah dijelaskan diatas, dalam kitab fiqih Hasyiyatul Jumal, penderita kusta tidak boleh turut serta ikut shalat berjamaah. Hal ini dikarenakan adanya ketakutan menularnya penyakit ini. Berikut adalah kutipan tersebut :

فقد نقل القاضي عياض عن العلماء منع الأجذم والأبرص من المسجد، ومن اختلاطهما بالناس

Artinya: Dikutip dari (perkataan) Qadli Iyadh, dari para ulama bahwa penderita kusta dan belang (al-barash) dilarang masuk masjid, serta dilarang berkumpul dengan orang-orang.

Selain itu dalam hadits lain, Rasullah meminta agar orang yang sudah memakan bawang untuk tidak ke masjid untuk ikut berjamaah. Namun untuk di rumah saja. Bisa kita ambil nilainya bahwa orang yang sudah makan bawang saja dilarang untuk memasuki masjid. Apalagi bagi jamaahnya yang berpotensi terpapar virus corona. Berikut adalah terjemahan dari hadits tersebut :

“Siapa yang makan bawang merah atau bawang putih, hendaklah dia menjauhi kami, menjauhi masjid kami, dan tetap berada di rumahnya,” (HR al-Bukhari).

Itulah bagaimana poin-poin tentang physical distancingI diterapkan serta diajarkan di zaman Rasullah SAW. Yuk kita terapin Bersama agar wabah ini segera berakhir.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Plus-Plus

To Top