InternasionalNewsSosbudViral

Seputar Taliban dan Afghanistan

Hallo sobat damai, akhir-akhir ini pemberitaan internasional sedang ramai akibat negara Afghanistan berhasil dikuasi oleh Taliban setelah Amerika Serikat menarik pasukannya. Lantas, apa hubungannya antara Taliban, Ekstremis dan Afghanistan?

Taliban sebenarnya adalah adalah faksi politik dan agama ultrakonservatif yang muncul di Afghanistan pada pertengahan 1990-an. Taliban sendiri merupakan kumpulan orang dari mayoritas masyarat Etnik Pashtun yang tersebar di wilayah Pakistan dan Afghanistan. Taliban semula bekerja sama dengan pejuang Mujahidin Afghanistan untuk menggulingkan rezim komunis.

Tetapi, ketika rezim komunis telah lengser, permasalahan baru muncul ketika Presiden Burhanuddin Rabbani salah satu pendiri pejuang mujahidin Afghanistan menjadi presiden.

Ketidak puasan masyarakat kepeda pemerintah dibahwa pejuang Mujahidin serta konflik antar Pejuang Mujahidin Afghanistan dan Taliban mengakibatkan Taliban akhirnya menggulingkan Presiden Burhanuddin Rabbani pada tahun 1996. Setelah itu, Taliban mengusai Afghanistan, semula pemerintahan didukung banyak masyarakat akibat ketidak puasan terhadap presiden sebelumnya.

Kemudian, lambat laun pemerintahan Afghanistan dibawah Taliban menerapkan hukum syariat (menurut mereka) secara ketat, seperti melarang adanya teknologi komunikasi, wanita harus menggunakan burkha, wanita dilarang bersekolah, dls. Bahkan, dunia internasional mengecam Taliban akibat pelanggaran Ham dan budaya, salah satu contohnya menghancurkan patung Buddha Bamiyan yang terkenal di Afghanistan pada tahun 2001.

Hingga akhirnya pada 7 Oktober 2001, koalisi yang dipimpin Amerika Serikat melancarkan serangan ke afganistan. Afghanistan dibawah Taliban dituduh menjadi negara perlindung bagi para teroris seperti Osama Bin Laden dan Gerakan Al Qaeda.

Sepak terjang Taliban setelah tidak menguasai Afghanistan

Meskipun Taliban sudah tidak menguasai Afghanistan, tapi Taliban masih terus mengumpulkan kekuatan dan pengaruhnya untuk dapat menguasai kembali Afghanistan, sehingga menjadikan negara itu tidak stabil. Taliban juga melakukan penyerangan, salah satu penyerangan yang menjadi sorotan dunia internasional adalah manakala Taliban menembak Malala Yousafzai sewaktu sepulah sekolah di kota Mingora pada Oktober 2012. Setelah kejadian itu, Malala Yousafzai menjadi seorang aktivis Hak Asasi Manusia sampai sekarang.

Hubungan Taliban dan Isis

Pada persoalan ini, banyak pihak masih memperdalam hubungan keduanya. Tetapi, yang jelas Taliban dan Isis sering berbeda pandangan dalam masalah agama ataupun strategi perang. Misal, Isis Khorasan atau yang lebih dikenal dengan Isis-K sering mengkritik Taliban akibat terlalu lunak, hal itu dianggap mengabaikan tujuan jihad. Bahkan, Isis-k secara keras dan lantang menyuarakan permusuhan sehingga menganggap Taliban sudah Murtad.
Hal yang belum lama terjadi merupakan contoh dimana 90 warga sipil dan 150 lainnya mengalami luka-luka aakibat bom dan tembakan. Isis merupakan dalang dari hal ini, mereka menargetkan penerjemah dan kolaborator tantara AS pada Kamis, 26 Agustus 2021.

Apakah Taliban sudah berubah?

Banyak berita mengabarkan bahwa Taliban menyuruh para pekerja untuk terus bekerja saat mereka baru saja berkuasa. Bahkan, Taliban sampai menyuruh mereka bekerja dari rumah ke rumah. Taliban juga sudah berjanji mengenai wanita dapat bekerja dan belajar asal masih dalam kerangka hukum islam.

Tetap, Nadia Momand salah seorang jurnalis di tv Afghanistan, melalui akun Twitter-nya, pada Rabu 18 Agustus lalu, Momand menyampaikan bahwa Taliban dilaporkan telah menangkap Salima Mazari. Momand pun menyerukan pembebasannya.

Afganistan sekarang menjadi salah satu topik hangat di dunia. Menjadikan banyak mata tertujuh pada negara itu. Perkembanga-perkembangan selanjutnya pastinya akan selalu ditunggu oleh masyarakat internasional, dengan harapan bahwa perkembangan akan lebih baik daripada sebelumnya. Sehingga dunia menjadi kembali aman untuk tetap dihuni.

Memaknai Arti Bahagia

Previous article

Menyadari Kebhinekaan Di dalam Keluarga sebagai Modal Merawat Harmonisasi Antar Warga Negara

Next article

Comments

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *