Connect with us

Tanaman Sayur Pekarangan : Hemat dan Meningkat Daya Tahan Tubuh

Budaya

Tanaman Sayur Pekarangan : Hemat dan Meningkat Daya Tahan Tubuh

SMG_R.T.J.

Hai Sobat Damai Jawa Tengah dan Indonesia, tetap semangat dan jangan panik ya #dirumahaja dulu, Nang Omang Bae Disik. Ketemu lagi di edisi #Gayatri Gaya Hidup Sehari-hari. Kira-kira selama selama #dirumahaja sudah melakukan apa saja nih? Pasti aktifitas yang ini tidak akan kalian lewatkan, seperti makan, mengoperasikan gawai hingga rebahan. Karena ada ungkapan dari salah satu kaum rebahan sahabat mimin bahwa hidup untuk makan. Jhehehe

Ngomong-ngomong tentang makanan. Ketika kondisi pandemik seperti ini tentunya kita membutuhkan asupan gizi yang sehat dan seimbang untuk memenuhi kalori harian dalam melakukan segala aktifitas dari rumah. Terutama sayur dan buah yang dapat meningkatkan  daya tahan tubuh (sistem imunitas), mengatasi anemia, gejala influenza seperti demam, menjaga kesehatan mata karena bekerja dari rumah akan menambah intensitas kita untu menatap layar monitor baik gawai maupun laptop Anda di rumah. Serta asupan tubuh yang mampu menjaga kesehatan tulang serta mencegah Penyakit Tidak Menular (PTM) seperti mencegah pertumbuhan sel kanker atau tumor. Edisi kali ini kita akan membahas tentang sayur dulu ya.

Mengapa sayuran?

Dilansir dari bobo.grid.id sayuran sangat kaya dengan vitamin dan mineral seperti vitamin A, C, E dan D atau kalsium yang dapat meningkatkan pertumbuhan sel dan jaringan tubuh kita. Serta serat yang baik untuk mendukung pertumbuhan tubuh. Kandungan serat yang tinggi membuat cepat membuat kenyang, mencegah sembelit maupun naiknya berat badan, karena kandungan kalori dan nutrisi yang tinggi sehingga mampu diserap sempurna oleh tubuh.

Nah, kali ini Duta Damai Jawa Tengah akan membagikan informasi tentang menu sayuran sehat dan tetap aman di kantong untuk Sobat Damai di rumah. Nah ada dua tanaman yang yang mimin rekomendasikan dan mudah kita temui terutama di wilayah Jawa Tengah, apa saja sayuran sehat itu, berikut ulasannya.

Daun Katuk

Daun katu atau katuk, siapa yang tidak kenal tanaman sayur yang satu ini. Tanaman segar yang mudah tumbuh di halaman rumah dan  banyak dicari terutama bagi ibu yang tengah menyusi karena dapat memperlancar Air Susu Ibu (ASI). Hal tersebut karena tanaman pemilik bunga kecil merah ini dapat meningkatkan ekspresi gen prolaktin dan oksitosin. Katuk juga dapat meningkatkan efisiensi absorsi saluran pencernaan, mencegah kelelahan, dan menghambat terjadinya penyakit kronis pembuluh darah, sehingga mampu mengatasi anemia.

Kandungan zat antioksidan yang paling tinggi di antara beberapa sayuran vitamin C (lebih tinggi dari jeruk maupun jambu biji) sangat dibutuhkan oleh tubuh, termasuk untuk meningkatkan ketahanan tubuh, membentuk kolagen, mengangkut lemak, mengatur tingkat kolesterol, menyembuhkan luka, serta meningkatkan fungsi otak agar bekerja maksimal. Oleh karena itu katuk dapat menyembuhkan bisul, demam dan influenza.

Korelasi unik dengan kondisi sistem kerja sat ini yang mengharuskan beberapa profesi bekerja di rumah, mengakibatkan intensitas untuk menatap layar gawai lebih sering sehingga membuat kesehatan mata kita menurun, dengan mengkonsumsi daun katuk akan menjadi salah satu alternatif karena dapat meningkatkan pertumbuhan sel, dan menjaga kesehatan kulit berkat Vitamin A yang tinggi lho.  Tidak hanya itu, manfaat tujuh senyawa kimia lain daun katuk yang dapat merangsang pertumbuhan hormon steroid (progesteron, testosteron, estradiol, dan glukokortiroid) dan senyawa eicosanoid. Jika seorang wanita mengonsumsi daun katuk selama kehamilan maka senyawa aktif akan merangsang hormon wanita.

Namun jangan mengonsumsi daun katuk berlebihan ya Sahabat Damai. Perlu diketahui bahwa katuk juga mengandung papaverina, berupa alkaloid yang terkandung dalam opium, apabila konsumsi berlebihan akan menyebabkan toksisitas papaverine, keracunan bahkan kematian.

Sumber https://doktersehat.com

Daun Ketela Pohon

Siapa yang belum pernah makan singkong? Tanaman endemik Indonesia ini tidak hanya umbinya yang dapat dimanfaatkan menjadi olahan ceriping, camilan ringan atau sekadar teman minum kopi sambil bersantai bersama keluarga di rumah. Daun Singkong atau biasa disebut daun  ketela pohon ini, juga dapat dimanfaatkan sebagai makanan pokok keluarga Sahabat Damai Indonesia. Tidak hanya nikmat, daun ketela pohon juga memiliki banyak kandungan gizi seperti serat, protein, karbohidrat, asam amino esensial, zat besi, serta vitamin A dan B1 yang berkhasiat bagi tubuh. Dilansir dari shutterstock.com. ada sekitar 25 manfaat daun ini. Dinataranya adalah memelihara kesehatan mata, meningkatkan sistem kekebalan tubuh, baik untuk ibu hamil, meredakan demam, meningkatkan stamina, mencegah penyakit kwashiorkor atau kekurangan protein, mengobati diare mengatasi sakit kepala hingga mengatasi cacingan.

Selain itu, daun singkong juga mengandung senyawa isoflavon cukup tinggi. Kandungan isoflavon yang terkandung dalam daun singkong, dan mengonsumsinya secara rutin dapat menurunkan risiko penyakit stroke.

Kedua jenis sayur di atas sangat mudahkan kita temui, dapat diolah kebeberapa varian seperti olahan urap, sayur tumis, sayur kuah, sambal lalap kepel, dan varian menu lainnya sesuai selera, pastinya enak dan menyehatkan. Apabila Sahabat ingin menanamnya hanya cukup menanam sebagian dari batang pohon katu atau pohon ketela cukup (di stek), silahkan disiram saja makan beberapa minggu kemudian daun baru akan tumbuh dan mengakar sendiri, mimin sudah buktikan sendiri lho Sahabat.

Ayo Sahabat Damai jangan lupa mengkonsumsi sayuran ya, untuk menjaga tubuh tetap vit dan menjaga sistem metabolisme tetap seimbang serta memperlancar aliran dalam darah. Jadi, dengan tetap berpikiran positif bahwa pandemik akan berakhir, tetap stay di rumah hingga tanggal 29 Mei 2020 serta diimbangi dengan pola hidup sehat akan membuat kita lebih produktif, kreatif, dan ekperimentif lagi selama di rumah. Sehinggaa apapun yang kita lakukan akan bermakna untuk hidup kita dan orang disekitar kita. Sedikit aksi kita akan bermakna untuk yang lainnya, sayangi keluarga Anda semua Sahabat. Sampai jumpa di edisi #Gayatri  selanjutnya. (R.T.J.)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Budaya

To Top